Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Jalan Raya Tiron Nomor 87 Madiun, Telepon (0351) 464477, Fax (0351) 473173, Kontak Person WA +6289629628390, email nunusdwinugroho60@gmail.com

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

MENGUBAH SEKOLAH KOLONIAL MENJADI SEKOLAH MILENIA

Tagline SDM Unggul Indonesia Maju pada HUT RI ke 74 ini cukup menarik perhatian. Sejanak berpikir sungguh SDM Unggul itu hanya bisa dimulai di ruang-ruang kelas. SDM Unggul harus dimulai dari pendidikan yang unggul. Pendidikan yang unggul hanya ada pada sekolah-sekolah yang unggul dan sekolah hanya bisa unggul jika guru-guru memiliki keunggulan berinteraksi dengan peserta didik dalam bentuk proses pembelajaran yang berkualitas yang tentu saja leadership dari kepala sekolah memiliki peran yang penting untuk sekolah unggul tersebut. Diperlukan loncatan jauh dan berani untuk melakukan tata kelola pendidikan yang harus dimulai di ruang-ruang kelas untuk dapat memperoleh sekolah-sekolah unggul untuk SDM yang unggul tersebut.


Gerakan yang dilakukan untuk menata pendidikan harusnya dimulai di ruang-ruang kelas secara terstruktur, sistematis dan massif (TSM). Sekolah harus diubah dari moda kolonial menjadi moda milenial, ruang kreatifitas harus dibuka, karakter baik harus disemaikan dan itu dilakukan di ruang-ruang kelas. Gerakan ini hanya bisa diwujudkan jika di dukung oleh SDM yang berkualitas dan salah satu kunci penting itu semua adalah kualitas guru dan kepala sekolah yang harus unggul. Karakter guru dan kepala sekolah unggul akan berdampak pada kualitas sekolah unggul yang bermuara pada kualitas peserta didik yang unggul. Komponen berikutnya yang harus unggul jika guru dan kepala sekolah telah unggul adalah kurikulum harus unggul (sebut: Kurikulum milenial).

Disadari bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan jumlah sekolah yang sangat banyak, jumlah peserta didik dan guru yang juga sangat besar. Data jumlah sekolah yang ada yaitu: jumlah SD sederajat yakni 174.741, untuk SMP sederajat yakni 58.383, untuk SMA sederajat yakni 22.664 dan SMK yakni 14.225, total keseluruhan sebasar 270.043 sekolah (sumber: http://referensi.data.kemdikbud.go.id). Sekolah-sekolah tersebut lah yang kemudian harus kita jadikan sebagai sekolah milenial dan sekali lagi itu harus dimulai dari ruang-ruang kelas pada sekolah tersebut. Oleh karena itu, gerakan yang dilakukan harus terstruktur, sistematis dan massif (TSM) pada ruang-ruang kelas. Bukan sesuatu yang mustahil untuk mengubah sekolah tersebut yang mungkin masih banyak yang berbasis moda kolonial menjadi moda milenial. Ada teknologi yang bisa membantu mengefisienkan dan mengefektifkan, kehadiran teknologi harus dieksplorasi lebih jauh untuk menjadikan sekolah menjadi sekolah milenial (sebut: sistem persekolahan berbasis Teknologi). Di ruang kelas sekolah milenial harus hadir guru dan kepala sekolah yang berkarakter unggul, dengan disipilin dan kecintaan yang tinggi terhadap tugas dan profesinya. Guru dan kepala sekolah unggul ini akan menghadirkan pola pembelajaran yang berkarakter baik (sebut: sistem persekolahan berbasis ramah anak). Sekolah milenial juga harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap keberlangsungan alam semesta/ lingkungan (Environmental sustainability) dengan ciri sekolah bersih dan sehat, sekolah bebas sampah, sekolah adiwiyata dan semacamnya (sebut: sistem persekolahan berbasis lingkungan). Sekolah milenial juga harus kaya dengan aneka macam budaya sekolah serta kegiatan yang memberikan ruang imajinasi dan kreativitas itu dapat tumbuh subur bersama dengan karakter baik yang tentu saja harus mendorong budaya literasi (sebut: sekolah sebagai sentra edukasi).

Gerakan terstruktur, sistematis dan massif (TSM) yang dimulai di ruang-ruang kelas harus dilakukan dengan mental kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja keras (4K) dari para pelaku pendidikan khususnya para guru dan kepala sekolah. Pelaku pendidikan harus menyandarkan keyakinan kerjanya bahwa di ruang-ruang kelas disana ada surga buat mereka (kelasku adalah surgaku bagi guru, sekolahku adalah surgaku bagi kepala sekolah dan juga pengawas). Ruang-ruang kelas menjadi ladang bagi para pelaku pendidikan menebar benih benih kebaikan melalui ilmu yang bermanfaat, di ruang-ruang kelas para pelaku pendidikan menyemai karakter baik, di ruang-ruang kelas itu pula para pelaku pendidikan meraih surga (surga guru yang dirindukan he..he...). teruslah menebar kebaikan di ruang-ruang kelas, menyemai karakter baik, dan memupuk ilmu yang bermanfaat dari sana akan lahir generasi Unggul untuk Indonesia. Di sana akan muncul generasi tangguh dari tangan dingin para pelaku pendidikan (red: guru dan kepala sekolah, termasuk pengawas).

Kurikulum kita juga harus milenial dengan keunggulan kearifan lokal ciri khas Indonesia tentunya, kurikulum ini menjadi sesuatu yang substansi untuk memperoleh kualitas pendidikan yang unggul. Kurikulum erat kaitannya dengan rancangan pembelajaran yang ada di ruang kelas. Kurikulum kita harus terbebas dari sisa-sisa peninggalan zaman kolonial dan harusnya mengikuti perkembangan jaman (red: kurikulum milenial). Praktik-praktik yang mencekam (tidak ramah anak), praktik yang berpusat pada guru sebagai satu-satunya sumber ilmu di ruang kelas, praktik yang mengkerangkeng kecerdasan dan kreativitivitas serta praktik praktik buruk peninggalan kolonial (red: Kurikulum kolonial) harus dihapuskan dan ditinggalkan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan pri keadilan serta bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 (he..he...he..). Kurikulum harus dirancang sesuai dengan bakat, minat dan potensi peserta didik. Kurikulum harus ramah terhadap kecerdasan peserta didik, kurikulum harus mampu mempersiapkan kompetensi peserta didik untuk dapat survive di masa yang akan datang, kurikulum harus melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik, kurikulum harus membangun sikap karakter baik peserta didik, membekali pengetahuan yang luas serta keterampilan yang baik. Kurikulum harus mampu menghasilkan generasi yang Unggul untuk Indonesia emas 2045 (red: Kurikulum milenial).

Don’t look back but focus for future. Sekolah kita tidak boleh lagi moda kolonial, tapi harus moda milenial. Sekolah milenial akan fokus untuk mempersiapkan generasi abad 21 dengan kompetensi lulusan yang creative and inovation, collaborative, criticall thingking/problem solving skill and communication skill atau famiiar dikenal sebagai kecakapan abad 21. Sekolah milenial itu harus High Order Thingking Skill (HOTS) tidak boleh Low Order Thingking Skill (LOTS). Sekolah milenial harus memiliki lulusan yang berkarakter baik: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas ect. Hadirnya sekolah yang unggul, dengan kualitas guru dan kepala sekolah yang unggul, serta kurikulum yang unggul dan itu semua ada di ruang kelas akan menghasilkan gerakan yang TSM yang bermuara pada hadirnya generasi emas Indonesia (Generasi Unggul). Saatnya menjadi lebih baik jika lakukan sekarang untuk masa depan Indonesia. Kuncinya sekolah milenial dengan gerakan TSM tersebut titik awalnya ada di ruang-ruang kelas. Di ruang-ruang kelas sekolah milenial itulah digoreskan pena di atas kanvas masa depan dan disana ada wajah-wajah masa depan Indonesia dilukiskan. Sekolah milenial akan menghadirkan generasi unggul untuk Indonesia maju.

Opini “Didik Utomo” Kepala SMPN 1 Balerejo/

NEW

September 25th 2019Views 18Comments 0Rating 0
September 17th 2019Views 15Comments 0Rating 0
September 11th 2019Views 26Comments 0Rating 0
July 11th 2019Views 49Comments 0Rating 0
July 10th 2019Views 44Comments 0Rating 0
July 10th 2019Views 61Comments 0Rating 0
July 9th 2019Views 50Comments 0Rating 0
July 9th 2019Views 53Comments 0Rating 0
July 8th 2019Views 40Comments 0Rating 0
June 28th 2019Views 49Comments 0Rating 0
June 28th 2019Views 48Comments 0Rating 0
June 27th 2019Views 58Comments 0Rating 0
June 10th 2019Views 72Comments 0Rating 0
June 1st 2019Views 62Comments 0Rating 0
May 27th 2019Views 83Comments 0Rating 0
May 25th 2019Views 106Comments 0Rating 0
May 24th 2019Views 78Comments 0Rating 0
May 16th 2019Views 99Comments 0Rating 0
May 14th 2019Views 79Comments 0Rating 0
May 14th 2019Views 83Comments 0Rating 0
May 13th 2019Views 79Comments 0Rating 0
May 10th 2019Views 74Comments 0Rating 0
May 9th 2019Views 96Comments 0Rating 0
April 29th 2019Views 90Comments 0Rating 0
April 29th 2019Views 105Comments 0Rating 0
April 26th 2019Views 98Comments 0Rating 0
April 25th 2019Views 102Comments 0Rating 0
April 23rd 2019Views 114Comments 0Rating 0
April 22nd 2019Views 105Comments 0Rating 0
April 18th 2019Views 107Comments 0Rating 0
April 16th 2019Views 133Comments 0Rating 0
April 11th 2019Views 103Comments 0Rating 0
April 11th 2019Views 103Comments 0Rating 0
April 9th 2019Views 128Comments 0Rating 0
March 28th 2019Views 119Comments 0Rating 0
March 27th 2019Views 125Comments 0Rating 0
March 27th 2019Views 126Comments 0Rating 0
March 25th 2019Views 120Comments 0Rating 0