Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Jalan Raya Tiron Nomor 87 Madiun, Kontak Person WA +6288805795497

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

PENGAMBILAN GAMBAR VIDEO SENI DONGKREK DALAM RANGKA PEKAN KEBUDAYAAN NASIONAL

Dongkrek asli caruban Kabupaten Madiun (sekarang wilayah kecamatan Mejayan) yang berdiri pada tahun 1867 bahkan lebih awal dari seni pertunjukan reog yang baru berdiri kurang lebih tahun 1920.

Kalau dihitung dari sekarang hampir kurang lebih 153 tahun yang lalu dongkrek sudah berdiri, dimungkinkan berdiri Ketika Indonesia belum merdeka, bahkan saat belanda masih di Nusantara.

Konon menurut cerita, dongkrek pernah dilarang oleh belanda, jepang, bahkan pernah dilarang oleh rakyat kita sendiri, yakni disaat terjadi pemberontakan PKI Madiun tahun 1948.

Mengapa kesenian dongkrek dilarang ? tentu saja pihak yang berkepentingan tidak mau adanya penggalangan masa yang tidak berpihak dengan tujuan politik mereka.

Kembali ditegaskan dan digarisbawahi, dengan adanya hal tersebut, mengapa kesenian dongkrek di Madiun tidak bisa berkembang dengan pesat seperti kesenian daerah lainnya, tentu saja ada kepentingan politik pada saat itu.

Akibatnya, rakyat juga merasa Takut untuk mengembangkan kesenian dongkrek tersebut, mereka takut dengan adanya kekuatan politik yang tidak berpihak dengan mereka, bisa-bisa malah justru bisa mengancam jiwa dan keselamatan mereka.

Kepala Bidang Kebudayaan. “Bariyanto, S.Pd” menginformasikan bahwa seni dongkrek Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun pernah tampil di anjungan taman mini Indonesia indah (TMII) pada tanggal 05-03-2017 yang lalu.

Itulah tekad Kabupaten Madiun akan Kembali melestarikan seni dongkrek yang hampir punah setelah melalui proses yang panjang karena ditelan perhelatan politik, baik adanya hempasan dari luar dan dalam negeri.

Kemarin malam mulai pukul 08.00 WIB tanggal 29 September 2020 di Gedung Dwija Hayu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun telah melaksanakan pengambilan gambar vidio seni dongkrek.

Pengambilan gambar tersebut dalam rangka Pekan Kebudayaan daerah dan Nasional, yang mana nanti hasilnya ditayangkan di youtube Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabuapaten Madiun setelah pada tanggal 7 Oktober 2020, yang lebih penting lagi bahwa semua proses pengambilan gambar video telah melalui petunjuk prokol Kesehatan pencegahan covid-19.

Pemain diambilkan dari seniman seniwati yang sudah tergabung di semua sanggar di Kabupaten Madiun, otomatis ada unsur dari pelajar dan masyarakat.

Subari Kembali menegaskan, bahwa personal yang ada di Bidang Kebudayaan hampir semua mengerti dan faham tentang kebudayaan, artinya mereka sudah menjiwai sejak mereka masih muda.

Hal ini merupakan salah satu keberuntungan bagi pemerintah Kabupaten Madiun, sehingga hasil atau produk pertunjukan dongkrek bisa dicapai dengan maksimal.

Seperti kesenian lainnya bahwa dongkrek juga merupakan alur sebuah ceritanya hampir sama dengan wilayah lainnya, yakni konon dalam cerita aslinya untuk mengusir pagebluk/pandemi/wabah.

Kesenian tradisional dongkrek yang penarinya menggunakan topeng, ada tiga topeng, yakni topeng mbah palang (orang tua), topeng putri (roro ayu), dan topeng gendruwo (butho).

Bila dikaitkan dengan situasi dan kondisi sekarang adalah bahwa dengan adanya alunan seni dongkrek yang merupakan perpaduan alunan music dan tari tersebut, otomatis bisa membuat masyarakat bahagia, dengan begitu pula bisa terhindar dari wabah atau penyakit.

Nama dongkrek berdasarkan suara music pengiringnya, yakni yang terdiri dari bunyian “Dung” yang berasal dari beduk atau Kendang sedangkan “Krek” yang berasal dari bunyi berupa kayu berbentuk persegi, pada salah satu sisinya terdapat tangkai kayu yang bergerigi sehingga saat digesek akan berbunyi “Krek”.

Kesenian dongkrek merupakan salah satu jenis pertunjukan tradisional berwujud tarian dan cerita yang dipentaskan mengambil cerita pertarungan antara seorang kakek sakti dengan kawanan gendruwo yang akhirnya dimenangkan oleh kakek sakti, tegas Bariyanto.

Sementara sudah hampir tiga tahun terakhir ini, seni dongkrek Kabupaten Madiun sudah domodifikasi dengan adanya alur sebuah cerita yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya.

Namun pada intinya meskipun ada pengembangan alur cerita di pagelaran seni dongkrek, pada akhir inti cerita tidak boleh menyimpang dari pakem aslinya. Pengembangan tersebut mempunyai tujuan agar masyarakat tidak jenuh dengan adanya tampilan pagelaran dongkrek yang bisa dikatakan sangat monoton.

modifikasi pagelaran seni dongkrek yang lebih variatif agar tidak hilang sebagai salah satu identitas daerah dalam pengembangan asset wisata budaya di Kabupaten Madiun, itulah harapan Bariyanto.

Editor : Nunus Dwi Nugroho

Chanel youtube : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun

https://www.instagram.com/dikbud__kabmadiun/?hl=en

Sekecil ketidak jujuran, kami takut mereka akan terpengaruh !!!

Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia

Wong madiun, madiun sedulurku kabeh (Jawa Timur), madiun, Pendidikan madiun, Pendidikan Kabupaten madiun, dispendikbud madiun, dispendikbud Kabupaten madiun, dindik Madiun, dindik Kabupaten Madiun. Dikbud kabupaten madiun, dikbud madiun, budaya madiun, budaya asli madiun.

Jumlah kecamatan ada 15, yakni Kecamatan Dolopo, Geger, Kebonsari, Dagangan, Wungu, Kare, Jiwan, Sawahan, Madiun, Balerejo, Wonoasri, Pilangkenceng, Mejayan, Saradan, dan Gemarang.

Brem, pecel (nasi pecel / sego pecel / krupuk pecel / opak pecel), seni dongkrek