Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Jalan Raya Tiron Nomor 87 Madiun, Kontak Person WA +6288805795497

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

SISTEM PENDATAAN LAMA MASIH BERMANFAAT

 

25 Agustus 2017 Pukul 08.00 WIB, Kepala Sub Bag Penyusunan Program dan Pelaporan “Eni Lestari, S.Si” selaku yang bertanggung jawab Kegiatan ini memberi beberapa pengantar mengenai mengapa masih pentingnya pendataan menggunakan format isian Lembar individu manual di hadapan seluruh operator dapodik UPT Pendidikan Kecamatan dan lembaga sekolah jenjang SMP sejumlah 102 peserta di Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun.

Kepala Sub Bag Penyusunan Program dan Pelaporan “Eni Lestari, S.Si” mengungkapkan bahwa meskipun pendataan sekarang sudah menggunakan DAPODIK (online) yang terpusat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, namun peruntukan data saji intern Pemerintah Daerah masih memerlukan Lembar Individu (LI) yang lama.

Maka dihimbau kepada seluruh operator DAPODIK Kabupaten Madiun masih menyempatkan waktu untuk mengerjakan LI manual yang lama, karena hasilnya masih diperlukan dan sangat berhubungan dengan adanya kebijakan dan keputusan untuk menetapkan semua pemetaan Program dan Kegiatan daerah.

“Buku Profil Pendidikan” adalah salah satu output dari semua pendataan LI tersebut, di dalam buku Profil terdapat semua indikator-indikator Pendidikan yang sangat diperlukan untuk membuat kebijakan, salah satunya adalah bisa terpantau dengan mudah, apakah masih terdapat kekurangan atau kelebihan guru, gedung, kelas, ruang kelas, siswa, kesesuaian guru mengajar dengan ijasah, sarana prasarana dan masih banyak indikator lainnya.

Perkembangan pendataan menggunakan Lembar Individu (LI) manual memang sudah lama bahkan sejak dulu ketika masih dipegang oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (DIKBUD) sebelum reformasi, sedangkan dalam upaya penyempurnaan dan menyesuaikan input format dengan ouput telah mengalami banyak perubahan-perubahan yang terjadi.

Namun sampai sekarang isian dari lembaga sekolah masih ada kekurangan-kekurangan, salah satu contoh adalah jumlah guru menurut umur tidak sama dengan jumlah guru menurut ijasah dan masih banyak lagi, sehingga menyulitkan petugas dari Dinas.

Perkembangan informasi dan Komunikasi semakin berkembang sangat pesat, harapannya sebenarnya sudah tidak menggunakan manual lagi, tapi kemungkinan ada sesuatu teknis yang masih belum dipahami, akhirnya pendataan yang sebenarnya sangat penting untuk membuat kebijakan masih terbengkelai atau belum sempurna sampai sekarang.

Kemudian mengenai teknis input lembar Individu (LI) manual diserahkan staf ahli yang menangani langsung pendataan sekaligus bertugas sebagai operator DAPODIK Dinas “Verida Yuli Rahmawati”.

 

“Verida” menginformasikan bahwa buku Profil Pendidikan memang masih ada beberapa  kelemahan karena sumber datanya dari Lembar Individu (LI) manual per tanggal 31 Agustus yang masih statis belum dinamis, artinya pendataan dilaksanakan hanya setahun sekali yaitu setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Yang menjadi permasalahan adalah misalkan jumlah siswa kelas IX jenjang SMP tidak sama dengan jumlah Data Nominatif Tetap (DNT) calon peserta ujian Nasional, mengapa demikian?, karena data calon peserta Ujian Nasiaonal adalah data dimanis, jangankan data dari LI, sedangkan DNT sudah disyakan kurang lebih satu Minggu saja, pada pelaksanaan Ujian Nasional juga belum tentu sama.

Data Nominatif Tetap (DNT) masih sering berubah jumlahnya dimungkinkan karena adanya Siswa mengundurkan diri dan Meninggal Dunia, itulah kenyataan di lapangan, hal ini sering petugas pendataan menjadi bulan-bulanan kesalahan mengapa data selalu dan selau sering berubah-ubah, apalagi buku profil Pendidikan sudah terbit jauh sebelum pelaksanaan Ujian Nasional.

Sekali lagi ditegaskan masih banyak ketidak samaan data pada tahun pelajaran yang sama,  karena Lembar Individu (LI) bersifat statis, namun perubahan data dalam taraf kewajaran, artinya masih bisa digunakan sebagai dasar untuk membuat kebijakan Pimpinan, kata akhir pendataan adalah “Data itu mahal, lebih mahal membangun tanpa data”.

LIHAT FOTO KEGIATAN DISINI