WIRATHA PARWA, KISAH PENGASINGAN PANDAWA SELAMA 12 TAHUN

PROGRAM

             

  

     

WIRATHA PARWA, KISAH PENGASINGAN PANDAWA SELAMA 12 TAHUN

Created on Saturday, 03 October 2020 03:16
Hits: 1508

Wiratha Parwa Kisah ketika pandawa menghadapi masa penyamaran satu tahun setelah sebelumnya harus mengasingkan diri ke tengah hutan selama 12 tahun, semua itu akibat puntadewa yang kalah bermain dadu dengan duryudana

Kurang lebih menjelang sepuluh hari berakhirnya masa penyamaran, pandawa menyamarkan diri di negeri wiratha, puntadewa kakak tertua pandawa menyamar menjadi lurah pasar dengan nama wija kangko.

Sedangkan werkudara menyamar menjadi penjagal hewan dengan nama jagal abilowo, janaka menjadi waria yang mengajar karawitan dan tari di keputrian kerajaan wiratha, nakula menjadi penggembala dan pengurus kuda dengan nama kinten, sadewa menjadi penggembala hewan ternak dengan nama pangsen.

Di Astina pura yang dipimpin duryudana sedangkan mengadakan pertemuan atau sidang untuk mebahas mengapa beberapa kali niat untuk menyingkirkan pandawa belum pernah berhasil atau selalu gagal

Karena kekesalannya, duryudana marah-marah sambil menegur pamannya, yakni sengkuni yang telah dipercaya sebagai sutradara atau dalang dalam eksekusi untuk menyingkirkan pandawa tersebut.

Bagaimana duryudana tidak marah, karena sudah mengeluarkan semua fasilitas dan biaya yang besar untuk sengkuni, apa hasilnya ? gagal dan gagal lagi.

Aksi pertama sengkuni meracuni pandawa, eeeee bukannya mati tapi justru sebaliknya, pandawa malah justru menjadi lebih kuat, aksi sengkuni kedua pandawa dan drupadi dibakar hidup-hidup, eeee bukannya pandawa yang mati, tetapi justru lima kere tidak berguna yang tewas, aksi ketiga menjerumuskan pandawa ke hutan purwa yang terkenal angker, tapi apa yang terjadi malah justru masing-masing pandawa kekuatannya berlipat-lipat karena tambah kekuatan dan kesaktian satu jin.

Kencoko dan rupokenco adalah seorang patih dari prabu matswati raja negara wiratha, Kedua patih tersebut berniat untuk melengserkan kedudukan prabu matswapati, niat jahat tersebut dapat digagalkan oleh seorang kasatria bernama :Jagal Abilowo”. Bagaimana akhur dari Cerita tersebut simak dan ikuti sajian pagelaran pakeliran Panjang oleh pepadi Kabupaten Madiun

Inilah cuplikan pagelaran wayang dalam rangka pengambilan gambar video untuk masuk kompetisi pekan kebudayaan nasional dan daerah, dalam pengambilan gambar di Gedung Dwija Hayu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kemaren malam pukul 2 Oktober 2020 pukul 20.00 WIB sampai selesai.

Sedangkan hasil video lengkap dapat dilihat di chanel youtube Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun besok setelah tanggal 7 Oktober 2020 denga dalang kasi Kesenian, yakni bambang sigit pamianto.

Selain itu ada dua dalang utama yang telah memperagakan pagelaran seni wayang tersebut, yakni Bimo Maharani, S.Sn, S.Pd dari desa Ngale Kecamatan Pilangkenceng dan Maharsi Anggara Naya dari desa Kebonagung Kecamatan Valeejo Kabupaten Madiun.

Menurut Kepala Bidang Kebudayaan. “Bariyanto, S.Pd,” kepala Dinas “Pudji Wahju Widodo” juga hadir untuk memberikan sambuatan sebelum pagelaran wayang dimulai.

Dalam kesempatan yang sama Sugina, S.Sos Kasi Cagar Budaya mereview setelah pelaksanaan pekan kebudayaan nasional dan daerah yang pelaksanaanya tanggal 28 September s.d 2 Oktober 20120 tersebut.

Hari pertama dan kedua sudah jelas sesuai konsep yang diinginkan masyarakat Kabupaten Madiun, mengapa ? karena telah mengangkat cerita asli Kabupaten Madiun, yakni thok-thok brok dari randu alas kecamatan kare dan dongkrek wilayah caruban Kecamatan mejayan.

Hari ketiga ludruk juga sudah sesuai dengan cerita yang mengakomodir cerita rakyat asli Kabupaten madiun, yakni suparman seorang pendekar yang berasal dari lereng gunung pandan.

Ini sudah mengangkat nama sebuah gunung di Kabupaten Madiun, tepat lokasinya sekitar utaranya waduk widas atau sekitar Kecamatan sumberbendo kecamatan Saradan.

Hari keempat, yakni “ketoprak” ciri sebuah pertunjukan ketoprak adalah cerita sejarah, namun kesannya belum menggambarkan atau mengangkat cerita atau sejarah wilayah Kabupaten Madiun, sebenarnya sejarah kabupaten Madiun banyak.

Hari kelima adalah pagelaran wayang dengan lakon “Wiratha Parwa” kalau cerita wayang sudah pakem tidak bisa dirubah lagi, dimungkinkan belum ada cerita yang mirip-mirip dengan sejarah Kabupaten Madiun.

Sengaja mengambil sebuah lakon “Wiratha Parwa” karena alaur certinya yang menggambarkan perang antara keculasan degan kejujuran, sehingga terpetiklah mana ajaran hitam atau putih untuk diaplikasikan di kehidupan nyata, Itulah harapan “Bariyanto, S.Pd”.

Editor : Nunus Dwi Nugroho dan Hari Subagiyo

Chanel youtube : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun

https://www.instagram.com/dikbud__kabmadiun/?hl=en

Sekecil ketidak jujuran, kami takut mereka akan terpengaruh !!!

Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia

Wong madiun, madiun sedulurku kabeh (Jawa Timur), madiun, Pendidikan madiun, Pendidikan Kabupaten madiun, dispendikbud madiun, dispendikbud Kabupaten madiun, dindik Madiun, dindik Kabupaten Madiun. Dikbud kabupaten madiun, dikbud madiun.

Jumlah kecamatan ada 15, yakni Kecamatan Dolopo, Geger, Kebonsari, Dagangan, Wungu, Kare, Jiwan, Sawahan, Madiun, Balerejo, Wonoasri, Pilangkenceng, Mejayan, Saradan, dan Gemarang.

Brem, pecel (nasi pecel / sego pecel / krupuk pecel / opak pecel), seni dongkrek