Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Jalan Raya Tiron Nomor 87 Madiun, Kontak Person WA +6288805795497

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

WEBINAR SOSIALISASI DAN BIMTEK PENDIDIKAN ANTI KORUPSI JENJANG SMP

Apakah lembaga Pendidikan hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas ilmu pengetahuan dan skill saja, namun dalam kenyataan masih banyak orang yang berpendidikan tinggi juga melakukan pelanggaran, termasuk korupsi.

Hal inilah sebagai sebab bahwa mengapa hari ini tanggal 22 S.D 23 September 2020 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun mengikuti “sosialisasi dan bimtek Pendidikan anti korupsi jenjang SMP” yang dilaksanakan secara daring.

Pendidikan Akhlak/moral inilah yang merupakan dari salah satu penentu bagi peserta didik yang sudah dipersiapkan sebagai pengisi generasi emas tahun 2045 nanti.

Peserta didik inilah yang nantinya pada tahun 2045 dipetakan sudah tidak akan mengenal apa yang dinamakan korupsi, merekalah yang dipetakan sebagai orang yang mempunyai rasa tanggung jawab tinggi terhadap perkembangan bagsa dan negara, kuncinya adalah kedisiplinan dan kejujuran.

Semua di atas merupakan ungkapan dari “Agus Widi Agung, S.Pd, M.Pd” Kepala Seksi Kurikulum dan penilaian bidang Pembinaan SMP Ketika sehabis mengikuti webinar sosialisasi dan bimtek Pendidikan anti korupsi jenjang SMP.

Sosialisasi ini diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan “Pudji Wahju Widodo, ” pengawas SMP yakni “Drs. Muntoro Wiji Atmojo, M.Pd,” Sikun, S.Pd. M.Pd, Drs. Endang Sri H, M.Pd dan Drs sujito, M.Pd, selain itu juga diikuti Tim MGMP PKn SMP (Gampang M, S,Pd, Sulistya E, SH, MH, dan Septi, S.Pd), moderator heny sulistyorini, M.Pd, teknisi Bahrun Budi C, S.Pd dan yang trakhir host Hado Pranoto, S.Kom.

Selain di atas undangan juga disampaikan kepada 48 orang Kepala SMP Negeri/Swasta, 48 orang Wakil Kepala kurikulum dan perwakilan ketua MGMP dan 1 Guru inti pada semua mapel SMP sejumlah 23 orang.

“Agus Widi Agung, S.Pd, M.Pd” dalam kesempatan yang sama pada saat mengikuti bimtek menginformasikan hasil presentasi yang sudah disampaikan dari kejaksaan Kabupaten Madiun sebagai berikut :

Satu, Pada intinya bahwa pungutan Pendidikan adalah penarikan uang oleh kepala sekolah kepada peserta didik, orang tua/walinya yang bersifat wajib, mengikat, serta jumlah dan jangka waktu pemunugutannya ditentukan.

Dua, sumbangan Pendidikan adalah pemberian berupa uang/barang jasa oleh peserta didik, orang tua/walinya, baik perseorangan atau Bersama sama, masyarakat atau Lembaga secara sukarela, dan tidak mengikat satuan Pendidikan.

Tiga, bantuan Pendidikan adalah pemberian berupa uang / barang/jasa oleh pemangku kepentingan satuan Pendidikan diluar peserta didik atau orang tua/walinya, dengan syarat yang disepakati para pihak.

Jenis-jenis pungutan ada dua yakni, 1. Pungutan resmi adalah pungutan yang memiliki dasar hukum dan tidak melanggar peraturan yang ada, 2. Pungutan tidak resmi/pungutan liar adalah pungutan yang tidak memiliki dasar hukum meski telah didahului dengan kesepakatan para pemangku kepentingan, karenapada dasarnya kejahatan juga bisa dilakukan melalui sebuah kesepakatan dan pemufakatan (pemumafakatan jahat)

Kesimpulan bahwa korupsi adalah perbuatan busuk yang terbentuk dari individu-individu yang bermental yang tidak jujur, ingin mencari jalan pintas untuk sebuah pencapaian, oleh karena itu perbuatan tersebut harus dicegah sedini mungkin dengan membiasakan diri untuk bersikap jujur, terbuka, dan adil, maka dengan demikian hidup kita akan damai dan tenteram dimasa sekarang maupun maupun masa yang akan datang, dan tindak pidana korupsi bisa diketahui kapanpun jika detemukan alat bukti yang cukup walaupun dilakukannya sudah bertahun-tahun yang lalu

Kedisiplinan dan kejujuran apakah masih merupakan slogan bagi orang yang dianggap bodoh, penentunya atau jawabanya adalah generasi sekarang yang masih usia produktif yang telah dipetakan untuk mengisi generasi emas tahun 2045 nanti, itulah harapan dari “Agus Widi Agung, S.Pd, M.Pd.”

Editor : Nunus Dwi Nugroho

Chanel youtube : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun

https://www.instagram.com/dikbud__kabmadiun/?hl=en

Sekecil ketidak jujuran, kami takut mereka akan terpengaruh !!!

Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia

Wong madiun, madiun sedulurku kabeh (Jawa Timur), madiun, Pendidikan madiun, Pendidikan Kabupaten madiun, dispendikbud madiun, dispendikbud Kabupaten madiun, dindik Madiun, dindik Kabupaten Madiun. Dikbud kabupaten madiun, dikbud madiun.

Jumlah kecamatan ada 15, yakni Kecamatan Dolopo, Geger, Kebonsari, Dagangan, Wungu, Kare, Jiwan, Sawahan, Madiun, Balerejo, Wonoasri, Pilangkenceng, Mejayan, Saradan, dan Gemarang.

Brem, pecel (nasi pecel / sego pecel / krupuk pecel / opak pecel), seni dongkrek