DIKLAT JURNALISTIK GELOMBANG VI JILID II MENGHADANG ADANYA PERKEMBANGAN INDUSTRI TELEVISI

            

  

 

     

Sekretaris Dinas (Sekdin) “Drs. Hendro Suwondo, M.Pd” memimpin apel pagi yang bertepatan dengan HUT Korpri ke 50 dengan tema “ASN Bersatu, KORPRI Tangguh, Indonesia Tumbuh, pada tanggal 29 November 2021 di Gedung belakang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan K

Kepala Dinas Pendidikan dan kebuadayaan Kabupaten Madiun “Dra. Siti Zubaidah, M.H” memimpin langsung upacara Hari Guru nasional 2021 dan HUT PGRI 76 dengan mengusung tema “Bergerak dalam hati, pulihkan Pendidikan” pada tanggal 25 November 2021 di Dinas Pe

Tidak lupa datang juga , Ketua PGRI “Drs. Suprijadi, M.Pd” juga mendampingi Kepala Dinas dalam memimpin Upacara, dan beserta seluruh pejabat, yakni Sekretris, Kabid Bidang Pembinaan SMP, Kabid Pembinaan SD, Kabid Ketenagaan, Kabid PAUD dan Dikmas, dan Kabid Kebudayaan.

17/11/2021, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun “Dra. Siti Zubaidah, M.H” menyerahkan Buku Profil Cagar Budaya Kepada Tim SPKT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia sebagai wujud Pelestarian Caga

17/11/2021, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan “Dra. Siti Zubaidah, M.H” membuka kegiatan diklat vokasi membatik di PKBM Mawar SDN Bagi 03 Kecamatan Madiun yang didampingi “Prapto Purnomo S.Pd” Kabid Paud dan Dikmas.

15/11/2021, Kepala Dinas “Dra. Siti Zubaidah, M.H” Monitoring Asesmen Nasional (AN), Beliau disambut oleh Kepala Sekolah “Katiman” SDN Dolopo 01.Kecamatan Dolopo

15/11/2021, Kepala Dinas “Dra. Siti Zubaidah, M.H” Monitoring Asesmen Nasional (AN), Beliau disambut oleh Kepala Sekolah “Purwati” SDN Candimulyo 01 Kecamatan Dolopo.

15/11/2021, Kepala Dinas “Dra. Siti Zubaidah, M.H” Monitoring Asesmen Nasional (AN), Beliau disambut oleh PLT Kepala Sekolah “indarwati” SDN Bangunsari 01 Kecamamatan Dolopo

Kepala Dinas “Dra. Siti Zubaidah, M.H” (palig kiri) foto bersama setelah mengikuti upacara peringatan hari pahlawan tahun 2021 di Pendopo Ronggo Djumeno Caruban Kabupaten Madiun.

Kepala Dinas “Dra. Siti Zubaidah, M.H” mendampingi Bupati Madiun Ahmad Dawami pada acara “Konkerkab PGRI Kabupaten Madiun 2021” pada tanggal 5 November 2021 di Sarangan.

Kepala Dinas “Dra. Siti Zubaidah, M.H” mendamingi Bupati Madiun Ahmad Dawami pada acara presentasi dan wawancara kovablik Jatim pada tanggal 13/10/2021 di Pendopo Muda Graha Jalan Alun-alun Utara No. 4 Kota Madiun

LIHAT FOTO SELENGKAPNYA

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan “Dra. Siti Zubaidah, M.H” membuka kegiatan fasilitasi pemanfaatan Bahan Belajar berbasis jejaring TIK pendidikan Tahun 2021 yang didampingi Sekretaris Dinas “Drs. Hendro Suwondo, M.Pd” bekerja sama dengan Balai Penge

MELIHAT FOTO SELENGKAPNYA

Ada apa dengan Pendidikan ? Kepala Dinas “Dra. Siti Zubaidah, M.H” menerima tamu ketua PGRI Kabupaten Madiun “Drs. Suprijadi, M.Pd” beserta pengurus pada tanggal 11-10-2021 di Ruang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kadin membuka Pelatihan Teknis Assesmen Nasional di dampingi Sekdin 6-10-2021 di Votel Kartika Abadi Madiun

MELIHAT FOTO SELENGKAPNYA

5/10/2021, Kadin pantau persiapan Asesmen Nasional (AN) kesetaraan paket B di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mawar, Desa Bagi Kecamatan Madiun (AN PENGGANTI UJIAN NASIONAL)

5/10/2021, Kadin pantau persiapan Asesmen Nasional (AN) Kesetaraan Paket B di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) KA-ER Balerejo (AN PENGGANTI UJIAN NASIONAL)

DIKLAT JURNALISTIK GELOMBANG VI JILID II MENGHADANG ADANYA PERKEMBANGAN INDUSTRI TELEVISI

Created on Thursday, 27 December 2018 02:57
Hits: 2385

27 Desember 2018 Pukul 08.00 WIB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang sudah menjalin kerja sama dengan Radar Jawa Pos Madiun kembali menggelar Diklat jurnalistik Gelombang VI di Gedung Radar Jalan Panjaitan No. 12 Madiun, meskipun saat liburan mereka tetap semangat untuk mengikuti tahapan dari pemateri yang disampaikan oleh Wawan Isd, Redaktur Senior Radar Madiun, yang diikuti 37 peserta dari jenjang sekolah dasar.

Makna Berita bagi masyarakat adalah data dan informasi dapat digunakan oleh jurnalis, akademisi, aktifis sebelum liputan atau sumber bahan penelitian dan dapat juga digunakan untuk mempromosikan kegiatan sekolah yang lebih mengutamakan pemberdayaan potensi lokal kepada masyarakat.

Mengingat semakin banyak tumbuh berkembang stasiun TV Swasta yang sangat membutuhkan kaum jurnalis lebih profesional, padahal apa yang kita lihat sekarang, masih dapat bisa dihitung dengan jari adanya ekskul jurnalistik di sekolah.

Memang dari semua siswa satu lembaga mungkin yang mempunyai bakat jurnalis hanya segelintir saja, hal inilah yang perlu mendapat perhatian dari pihak sekolah, meskipun jumlah kecil, namun apabila setiap sekolah seluruh Kabupaten Madiun bisa menggali potensi bakat yang masih terpendam, toh akhirnya bisa berjumlah banyak.

Siapa tau jika Kabupaten Madiun di masa akan datang bisa menjadi kota besar dan bisa mengalahkan kota lain yang sekarang sudah berkembang pesat lebih dulu, otomatis sangat dibutuhkan tenaga jurnalis yang banyak dan mempunyai kemampuan andal pula.

Minimal tumbuh industri telivisi swasta semakin banyak, itulah gambaran mengapa belajar jurnalistik itu penting, jelas perkembangan wilayah semakin maju perekonomian dan tidak mungkin salah satu wilayah akan mengalami kemunduran atau keterpurukan, karena dengan otonomi daerah semua bisa mengekspresikan wilayahnya masing-masing.

Jika dilihat sekarang saja, di pegunungan wilis sudah mulai bermunculan daerah wisata baru, baik itu karena kreatifitasnya masyarakat setempat atau memang benar-benar alami, itulah salah satu pertanda bahwa dimungkinkan daerah tersebut bakal mengalami perubahan status, yakni dari pedesaan yang gersang menjadi perkotaan yang dikelingi banyak hotel berbintang.

Masyarakat asli Kabupaten Madiun harus siap menghadapi adanya perubahan tersebut, jangan justru sebaliknya malah menjadi korban dampak dari perubahan tersebut, kita harus bisa mebaca peta masa akan datang, kemudian langkah apa yang harus ditempuh untuk menghadang adanya perubahan tersebut.

Harapannya, sekolah mulai jenjang dari SD harus memperdayakan adanya ekskul keterampilan untuk bekal agar nanti tidak tergilas oleh perubahan yang lebih menyakitkan, apalagi jika akhirnya justru dimanfaatkan oleh orang wilayah lain, memang itu sah-sah saja tidak melanggar peraturan, namun sayang jika masyarakat asli masih menjadi kuli mereka.

Siapakah nanti yang akan tergilas dengan adanya perubahan, jelas bagi mereka yang tidak mempunyai keterampilan khusus, karena formasi penerimaan pegawai baik negeri maupun swasta sangat terbatas sekali, apakah harus selalu menunggu adanya penerimaan pegawai, jelas tidak mungkin.

Masyarakat yang dimungkinkan berhasil bisa mencapai puncak kejayaan, justru mereka yang selalu mengikuti adanya perubahn dan selalu menyiapakan keahlihan yang dimiliki disesuaikan dengan apa yang lagi booming saat ini dan sebaliknya jika tidak mempunyai keterampilan kekususan akan menerima nasib yang kurang beruntung.

Jurnalis yang selalu mendengar, melihat, datang langsung ke lokasi, kemudian menyimpulkan adanya peristiwa yang beraneka ragam kategori, dan otomatis mendengar terlebih dahulu jika ada isu-isu yang bakal terjadi, kesimpulan apabila nanti menjadi kota besar, tentu banyak peristiwa yang terjadi, seiring itu dampaknya banyak berita juga.