Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Jalan Raya Tiron Nomor 87 Madiun, Kontak Person WA +6288805795497

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

MADING INSPIRASIKAN WEBSITE BERKEMBANG TAHUN 1991

Baca Mading yuk. Mading atau majalah dinding AKSIS (Ajang Kreativitas Siswa) telah tepajang rapi di sudut teras SDN Sukorejo 01 Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun.

Berita terkini yang ada di SDN Sukorejo 01 saradan dapat dibaca di mading AKSIS “ujar Kepala SDN Sukorejo 01 Sulistyaningsih M.Pd. beliau menuturkan mading merupakan salah satu wadah untuk menampung karya siswa (cerita tertulis , gambar, puisi, cerpen, pantun dll) ataupun prestasi baik dari siswa maupun guru. Anak didik sangat aktif dan antusias dalam belajar dan kegiatan ekstrakurikuler. Sebagai salah satu media pembelajaran bisa dimanfaatkan oleh guru untuk menumbuhkan minat baca dan tulis warga sekolah”.Motivasi kuat telah dipengaruhi dengan adanya mading AKSIS yang telah meningkatkan kualitas pendidikan baik akademik mapaun non akademik.

Suwito S.Pd SD selaku guru kelas IV (empat) SDN Sukorejo 01 menuturkan bahwa “Pembiasaan membaca telah mengantarkan Siswa yang bernama Nabila Nurhasanah siswa kelas IV (empat) sebagai juara I (satu) Lomba Duta Baca Buku Tingkat SD/MI Kabupaten Madiun tahun 2018 ini”.

Pembiasan pembelajaran majalah dinding (Mading) di sekolah sebenarnya sudah ada sejak lama sebelum websaite berkembang banyak seperti sekarang, bis disebut sebelum milenium, namun baru dikembangkan menjadi media elektronik sekitar tahun 1991

Mading di sekolah sendidri mempunyai manfaat sebagai media komunikasi, wadah kreativitas, menanamkan kebiasaan membaca, pengisi waktu, melatih kecerdasan berfikir, melatih berogarnisasi dan mendorong latihan menulis, meskipun mempunyai manfaat yng sangat ragam, namun indikator yang mau terlibat langsung sangat minim sekali.

Siapa yang mau terlibat di kegiatan mading di sekolah, 95% mereka bisa mencapai puncak keberhasilan ketika mereka sudah dewasa, sudah kelihatan perilaku siswa dapat dilihat ketika masih di bangku sekolah, biasanya mereka mempunyai banyak wawasan sehingga mudah untuk menulis.

Banyak wawasan otomatis mereka bisa dengan mudah membaca kondisi yang akan terjadi di masa akan datang, dengan sendirinya akan selalu mengikuti berita atau opini sebagaii arsip perpustakaan di otaknya, bagaimanapun juga mereka selalu mengikuti perubahan perkembangan, sehingga bisa menyimpulkan untuk menentukan cita-citanya.