Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Jalan Raya Tiron Nomor 87 Madiun, Kontak Person WA +6288805795497

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

BUDAYA MENABUNG DI BUMBUNG

MADIUN-Semangat pagi menyertai siswa SDN Kincang 03, dua minggu berlalu saat yang ditunggu-tunggu tiba. Seluruh siswa kelas 1 sampai dengan 6 dengan sigap dan antusias menunjukkan benda berbentuk tabung berwarna coklat yang dilengkapi dengan gembok yang masih terkunci kepada masing-masing wali kelasnya, tentunya yang sudah terisi oleh uang dengan jumlah yang berbeda-beda. Itulah benda mati, namun dengan sejuta manfaat (bernama Bumbung MBS). Dan untuk selanjutnya akan dihitung dan disetorkan ke petugas MBS yang selalu setia menjemput tabungan bumbung di sekolah.

Bumbung MBS yang ditawarkan oleh MBS Centre ke lembaga pendidikan, untuk melatih siswa agar gemar menabung, seperti yang dijelaskan oleh Ibu Sulastri, S.Pd. (Selaku Kepala SDN Kincang 03),  beliau sangat mendukung kegiatan ini, dengan menyisihkan sebagian uang saku, siswa dengan sendirinya akan mulai belajar berhemat, dan apabila kebiasaan ini dilatih sejak dini maka kebiasaan ini akan membudaya sehingga mereka akan memiliki masa depan yang cerah dan melambung.

Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama SDN Kincang 03 dengan MBS (Mandiri Berkah Sejahtera) Centre yang beralamat di Jl. Manyar RT 52 RW 09, Kincang Wetan, Jiwan - Madiun melalui kesepakatan MOU yang sudah berjalan Sejak awal 2017. Selanjutnya, target tabungan siswa akan semakin meningkat dari waktu ke waktu, seiring dengan peningkatan jumlah uang saku mereka. Ke depannya, untuk memenuhi kebutuhan maka mereka tidak akan meminta kepada orang tua, tetapi berusaha sendiri untuk mewujudkannya. Jiwa gigih dan tekun dari siswa akan menjadi nilai tambah tersendiri dalam membangun kebiasaaan menabung. Selain orang tua, peran sekolah sangat diperlukan untuk membantu siswa dalam menabung. Salah satunya adalah dengan cara mengadakan edukasi mengenai arti dan manfaat kebiasaan menabung sejak dini. Dengan kebiasaan menabung sejak dini, siswa diajarkan untuk menyisihkan dulu uang saku sebelum membelanjakan uang saku mereka. Bukan kebalikannya, bila ada sisa uang akan dimasukkan bumbung. Hal ini penting untuk mengubah pola pikir anak tentang  kebiasaan menabung.

Setiap harinya masing-masing siswa dianjurkan dan diingatkan untuk menyisihkan sebagian uang sakunya untuk dimasukkan ke dalam bumbung, yang disisihkan tidak harus banyak, asalkan cukup dan tidak memberatkan. Dengan prinsip “sedikit-sedikit lama-lama akan membukit”.  Seperti yang disampaikan oleh salah satu siswi yang bernama Na’il Najmi, setiap harinya bisa memasukkan uang mulai dari 1000, 2000,  bahkan sampai 5000 yang sangat didukung sekali oleh orang tuanya yaitu Ibu Endah, “ dengan kegiatan menabung ini, setiap waktu ada kebutuhan mendadak untuk Na’il, saya tidak repot-repot lagi, saat saya lagi tidak punya simpanan uang bisa langsung mengambil di MBS, bu, prosesnya cepat dan tidak lama”, pungkasnya. hal yang sama juga dirasakan oleh sebagian besar wali murid SDN Kincang 03.