DARI HOBI MENDULANG PRESTASI

Kepala Sekolah SDN Banjarsari 02 Kecamatan Madiun, Pudji Rahayu menginformasikan bahwa 3 siswinya telah menyabet juara dalam bidang akademik dan non akademik pada tahun 2018 kemarin.

Frindy Aulivia Nuraini meraih juara I olimpiade Matematika yang diselenggarakan di Kecamatan Madiun dan menyabet juara III olimpiade Matematika tingkat Kabupaten yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun.

Dijelaskan Pudji Rahayu bahwa Frindy bersama dua orang pemenang lainnya mendapatkan pembinaan khusus dari Tim Dinas Pendidikan untuk mengikuti olimpiade Matematika yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Mereka bersaing dengan puluhan peserta dari seluruh Provinsi Jawa Timur.Siswi yang hobi otak-atik soal Matematika ini memang sudah menonjol prestasi belajarnya di bidang akademik sejak kelas I SD. Tak heran jika juara I di kelas selalu menjadi langganannya.

 Menurut Kepala Sekolah, selain Frindy ada 2 temannya yang berprestasi di bidang non akademik. Niken Dwi Hapsari yang suka jogging setiap pagi telah menyabet juara I O2SN cabang Olahraga Kid’s Atletic tingkat Kabupaten Madiun tahun 2018.

Setelah mendapatkan pembinaan dari Tim khusus, niken juga mengikuti lomba O2SN tingkat provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan di Surabaya. Anak ini dulu juga pernah menyabet juara I lomba lari 60 m POR SD tingkat Kecamatan Madiun pada tahun 2017.

Selain Niken, siswi lainnya yang berprestasi di tahun 2018 adalah Intan Setia Hayuning Tyas. Berawal dari kegemarannya mengikuti latihan karate di Korem Madiun, Intan menyabet dua kategori kejuaraan karate O2SN tingkat Kabupaten Madiun yakni, juara I kategori Komite dan juara I kategori Kata Karate, kata Pudji Rahayu.

 Permasalahan yang sering dihadapi wilayah Kecamatan Madiun adalah, salah satunya siswa yang mempunyai prestasi terbaik akan melanjutkan ke wilayah lain, karena termasuk wilayah perbatasan, isu ini sudah lama bahkan sampai sekarang belum bisa dibendung, tegas Pudji Rahayu.

 Memang siapapun tidak bisa melarang bahwa minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya dimanapun juga, akan tetapi isu seperti ini klau dibiarkan tidak segera di antisipasi tentunya akan merugikan dari pihak Kabupaten Madiun, sudah berusaha sekeras tenaga, tidak menuai hasilnya.

 Harapan Penulis dari rangkian prestasi tersebut, Kabupaten Madiun harus mampu untuk bisa mempertahankan ketiaka siswa akan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, entah dengan teknik apa, yang penting warga Kecamatan Madiun harus tetap mencintai dan selalu berusaha untuk membesarkan wilayahnya sendiri.

 Sekolah tidak hanya sebagai wadah untuk menuntut ilmu, namun juga sebagai ajang pencarian bakat anak untuk menjaring peserta didik yang mempunyai potensi, baik dalam bidang akademik maupun non akademik.Dengan demikian sekolah dapat membangun semangat berkompetisi dikalangan siswa, sehingga bisa dengan mudah untuk memilih ketika ada perlombaan.

Peran serta guru sangat menunjang keberhasilan siswa. Guru harus naik level, siap melukis karakter siswa sejak dini dan siap di era milenial, era revolusi industri 4.0. Semoga kita semua mampu menghadirkan yang terbaik untuk negeri dan guru yang menginspirasi.