Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Jalan Raya Tiron Nomor 87 Madiun, Kontak Person WA +6288805795497

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

MEMBANGKITKAN GAIRAH SISWA DENGAN MENGETAHUI SEGALA PERMASALAHAN

Melihat beberapa siswa ada yang masih kurang bergairah dalam menyerap pelajaran, apalagi melihat hasil ulangan harian juga semakin menurun, capaian rata-rata sekolah kurang dari harapan, hal ini tidak boleh dibiarkan, harus diselidiki penyebanya, ungkap Kepala SDN Bangunsari 02 Dolop Titik Indarwati.

Dengan menanyakan kepada siswa, apakah mereka sebelum pergi sekolah ada yang tidak sarapan, mungkin tidak sempat karena orang tuanya sibuk atau mempunyai kepentingan lain, selain itu juga bertanya tentang makan apa yang paling tidak disukai dan sebaliknya.

Ternyata setelah diambil kesimpulan, dari sekian siswa banyak yang tidak suka makan sayur, menurut mereka tidak ada rasanya dan ada yang pahit, hal ini tentunya merupakan salah satu penyebab mengapa mereka kurang bergairah dalam mengikuti proses Kegiatan Belajar Mengajar.

Rasa pahit pada sayur karena adanya kandungan kalsium serta senyawa bermanfaat lain seperti fenol, favenoids, isoflavon, terpene, dan glucosmolates, hal ini penyebab sayur tidak disukai siswa satuan pendidikan tingkat dasar.

“Guru merasa kesulitan, akibat belum meratanya kesadaran siswa untuk bisa lebih fokus dalam melaksankanan proses Kegiatan belajar mengajar dengan segala permasalahan yang mereka hadapi, baik dilingkungan sekolah maupun di rumah”, Titik Indarwati kembali menegaskan.

Ada beberapa siswa tidak dibiasakan oleh orang tua makan sayur sejak masih balita, akhirnya menyulitkan untuk mengusahakan mereka dalam membiasakan makan sayur, padahal semakin dewasa semakin banyak aktifitas, tentunya semakin memerlukan asupan gizi tinggi.

SDN Bangunsari 02  bekerja sama dengan wali murid untuk menumbuhkan budaya makan sayur, karena sayur sangat penting bagi tumbuh kembang siswa. dan kelihatannya mereka sangat antusias dengan adanya program sekolah ini karena siswa dirumah sangat sulit untuk makan sayur.

“Program budaya makan sayur yang diterapkan sekolah kami setiap dua minggu sekali, meskipun kesannya sedikit ada paksaan, namun mempunyai harapan besar agar siswa lebih bergairah kembali dalam menyerap pelajaran yang berdampak adanya pemerataan hasil prestasi,” ungkap penulis, Esa Primarani.