Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Jalan Raya Tiron Nomor 87 Madiun, Kontak Person WA +6288805795497

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

HARUS MENYERAH

Minimnya jam terbang di level prestasi menjadi salah satu kendala serius bagi Wahyu Jatmiko atlet karate putra kontingen Olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) Kabupaten Madiun, siswa SDN Sukolilo Jiwan harus puas di babak penyisihan saat bertanding di Surabaya pertengahan Juli 2018 lalu, sedih sekali sebenarnya, karena harus pulang saat masih di babak penyisihan, kata Indrapuri Kepala SDN Sukolilo 03 kemarin.

Wahyu, lanjut Indrapura merupakan salah seorang atlet kebanggaan sekolah, Dia berhak mewakili Kabupaten Madiun setelah berhasil menyabet juara I Komite putra tingkat Kabupaten pada Maret 2018 lalu, saying siswa kelas VI harus menelan pil pahit saat bertemu dengan lawan main dari kota lain yakni Surabaya yang kelewat tangguh, lawan terberat saat di provinsi itu, ujarnya.

Saat turun di kelas komite, Wahyu harus berjibaku pada babak penyisihan, awalnya peraih medali emas tingkat kabupaten itu mampu mengalahkan atlet dari jember, tulungagung, prbolinggo dan kemudian harus kalah saat melawan atlet kota pahlawan.

Padahal, lanjut Indrapura secara mental Wahyu sudah sangat bagus, mengingat persiapan latihan selama ini sudah sangat matang, Wahyu sudah berlatih sejak saat kompetisi tingkat kecamatan dan lebih intensif saat akan ke provinsi, terangnya.

Dibawah pembinaan pelatih serta guru olahraga SDN Sukolilo 03, Wahyu aktif berlatih di Kodim 0803 Madiun, setidaknya, bocah 11 tahun itu berlatih seminggu sekali selama satu bulan, sebelumnya, saat pertandingan tingkat kabupaten Madiun Wahyu berlatih tiga kali dalam sebulan, butuh banyak jam terbang lagi untuk bisa berprestasi di tingkat provinsi, jelasnya.