Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Jalan Raya Tiron Nomor 87 Madiun, Kontak Person WA +6288805795497

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

TAK KENAL LELAH MEMAJUKAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Kepedulian tanpa lelah memajukan kebudayaan Kabupaten Madiun harus terus ditingkatkan, hal ini tentu saja dibutuhkan adanya pelaku seni yang mempunyai jiwa profesional untuk melakukan perubaha-perubahan dan inovasi-inovasi demi suksesnya dari salah satu tujuan tersebut.

apalagi saat ini dalam kondisi pandemi covid-19, mau tidak mau suka tidak suka harus memutar otak untuk membuat terobosan untuk menyesuaikan kondisi.

Hari ini muncullah dari salah satu putra terbaik Kabupaten Madiun, khususnya pelaku seni yang mempunyai niat akan membuat inovasi launching perdana hasil rekaman orkestra pekan kebudayaan daerah tahun 2020 kemaren.

Siapa dia ? yakni Dadang W Saputra yang berasal dari Wilayah Kebonsari, akan mempersembahkan acara “harmoni Rahmat Islam Nusantara” dengan konser virtual ronggo Djoemeno Orchestra dalam rangka pekan kebudayaan daerah.

Dadang W Saputra sebagai penggagas acara ini telah melakukan kerja sama dengan “Bariyanto, S.Pd,” Kepala Bidang Kebudayaan yang rencananya dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2020 Pukul 20.00 WIB melalui chanel youtube “Dispendikbud Kab. Madiun”

Pendukung pelaksanaan, orasi budaya : sastro Adi (lesbumi PBNU) dan M. Yaser Arafat (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), dan tidak kalah penting yakni menampilkan Solois : M Umar Zaini, M. Jufrono, Alifahrudin Krisna Kharisma, dan Cici Fajriyani.

Jiwa seni sudah melekat pada Dadang W Saputra sejak masih usia sekolah, dan terus diasah sampai sekarang, sudah banyak menciptakan hasil karya musik khususnya di wilayah Kabupaten Madiun, ungkap Sugina, S.Sos Kasi Cagar Budaya.

Tanggal 30 desember 2020 merupakan waktu yang tepat karena mempunyai tujuan agar generasi muda pencinta orkhestra Kabupaten Madiun dan sekitaranya tidak perlu keluar rumah untuk mencari hiburan, apalagi biasanya malam tahun baru pasti hujan lebat, tegas sugina.

PROFIL

Dadang Wahyu Saputra, M.Sn

Lahir di Madiun 19 Januari 1988, dalam lingkungan kampung yang akrab dengan musik dangdut, campursari, qasidah, dll. Mulai mengenal dan belajar piano klasik pertama kali dengan Utari Isfandini, S.Sn (2006). Kemudian melanjutkan kuliah di Jurusan Musik ISI Yogyakarta tahun 2007, dengan mengambil instrumen piano klasik di bawah bimbingan: Dra. Rianti M. Pasaribu (2007), L. Agus Wahyudi, S.Sn (2008), dan Dra. Hj. Djuriati Djanan (2009), lulus pada 2012. Masterclass piano pernah dikikutinya bersama Aryo Wicaksono (2009), Bart Van De Roer (2009), Ellen Cover (2008), Nadya Janitra (2010), Cicilia Yudha (2011), dan Masataka Goto (2011).

Kerap mengikuti berbagai pentas musik baik dalam format solo, ansambel, maupun orkes. Sampai saat ini ia aktif menjadi pengiring Paduan Suara di beberapa event kompetisi nasional maupun internasional. Pernah terlibat dalam pengiring pementasan Opera Diponegoro karya Sardono W. Kusumo (TIM Jakarta, 2011); dan anggota Orkestra Gita Bahana Nusantara di Istana Merdeka Jakarta (2012).

Kemudian pada tahun 2012 melanjutkan studi dengan konsentrasi pada studi Pengkajian Musik Barat di Pascasarjana ISI Yogyakarta di bawah bimbingan Prof. Dr. Djohan, M.Si, lulus pada tahun 2015. Pada 2014 pernah nyantri di Pesantren Budaya Kaliopak Yogyakarta di bawah asuhan M. Jadul Maula.

Selain sebagai guru les piano, ia juga aktif menciptakan komposisi dan aransemen untuk instrumen solo, ansambel, paduan suara, maupun orkestra. Salah satu karyanya untuk orkestra yang berjudul “Potret Dangdut” pernah ditampilkan oleh Jakarta City Philharmonic di Gedung Kesenian Jakarta (2017), Teater Jakarta TIM Jakarta (2019), dan Opera City Concert Hall, Tokyo (2019). Saat ini sembari menjalankan rutinitasnya sebagai pengajar di IAIN Ponorogo, aktivitasnya lebih terfokus pada pengamatan dan kajian dalam kaitannya musik dengan isu-isu sosial, agama, dan kebudayaan dalam masyarakat hari ini.

Kegiatan acara “harmoni Rahmat Islam Nusantara” pada acara konser virtual ronggo Djoemeno Orchestra dalam rangka pekan kebudayaan daerah yang dipandegani oleh Dadang W Saputra bisa memberi inspirasi bagi pelaku seni lainnya untuk selalu berusaha kreatif, inovatif dan pruduktif , khususnya di Kabupaten Madiun, itulah harapan Bidang Kebudayaan.