Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Jalan Raya Tiron Nomor 87 Madiun, Kontak Person WA +6288805795497

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

HASIL SOSIALISASI DARING APLIKASI DAPODIK VERSI 2021

Ada beberapa permasalahan yang telah teridentifikasi oleh TIM DAPODIK Kabupaten Madiun sejak bergulirnya sistem APLIKASI DAPODIK VERSI 2021, yakni Salah satunya, perpres lama dalam Pasal 6 ada Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas), di perpres baru juga Pasal 6 melebur menjadi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD & Dikdasmen) (Perpres Nomor 82 Tahun 2019).

Sehubungan dengan perubahan tesebut maka sekarang yang semula sistem Aplikasi DAPODIKDASMEN dirubah menjadi DAPODIK, karena sistem aplikasi bukan hanya mengakomodir untuk jenjang SD/SMP namun sudah menyatu menjadi satu dengan PAUD (TK, KB, TPA, SPS) dan pendidikan kesetaraan (SKB/PKBM), sesuai moto pendataan Kemendibud, yakni “satu data Pendidikan Indonesia.”

Begitu juga yang dulu ada dua “database” di aplikasi, sekarang database juga dirubah menjadi satu, hal ini mempunyai tujuan untuk menyederhanakan sistem pendataan agar lebih mudah dalam monitoring.

Selain itu, menurut kenyataan bahwa pendataan dapodikdasmen lama yang dilakukan oleh operator jenjang SD dan SMP upload data di sistem aplikasi Dapodik bisa mencapai 99% sedangkan PAUD dan Dikmas baru bisa mencapai kurang lebih 60%.

Sejak bergulirnya sistem APLIKASI DAPODIK VERSI 2021 tentu saja merupakan hal baru bagi jenjang PAUD dan Pendidikan kesetaraan, maka selamat bergabung untuk operator PAUD dan Pendidikan kesetaraan, dengan harapan untuk bisa cepat bisa menyesuaikan dengan aplikasi terbaru dan upload data bisa mencapai 100%.

System aplikais ini mempunyai dua cara dalam upload data, yakni daring / online langsung melalui website dan ofline/luring dengan mengunduh prefill dulu yang sudah terinstal di Komputer atau laptop, namun system tetap berbasis web

Mengapa pihak kemendibud menyedian aplikasi ofline/luring yang sudah terinstal di Laptop/Komputer ? karena untuk mempermudah bagi Lembaga sekolah yang tidak atau belum terjangkau jaringan internet tetap bisa bekerja.

Bagaimana untuk mengirim ke server kemendikbud, yakni setelah operator sudah upload seluruh data melalui aplikasi ofline tersebut, kemudian berusaha untuk mencari jaringan internet dan menombol di aplikasi yaitu “sinkronisasi” online.

Setelah menombol menu sinkronisasi online, tentu saja harus sabar menunggu sampai berhasil semua data masuk ke server dapodik.

Sebagai catatan penting juga, yakni Satu aplikasi bisa digunakan lebih dari satu sekolah, tentu saja hal ini untuk mengantisipasi apabila terkendala SDM dan Finansial tentang infrastruktur, namun dengan syarat registrasi akun dan user harus beda.

Hal ini sebenarnya tidak disarankan untuk jenjang SD/SMP karena sangat erat hubungannya dengan pengerjaan aplikasi “e raport,” mengapa demikian? Akibatnya data di aplikasi bisa campur atau acak, maka poin ini hanya dilakukan apabila dalam keadaan darurat.

Ada cara lain agar aplikasi berbasis web yang jumlahnya lebih dari satu bisa berjalan atau dapat di instal dalam satu Laptop atau Komputer, yakni dengan cara merubah “port” di sistem aplikasi tersebut, namun hal ini direkomendasi oleh pihak TIM Dapodik pusat atau tidak ?

Karena sangat erat hubungan dengan ketika waktu sinkronisasi database ke server Kemendikbud pusat yang dilakukan secara online, apakah ada masalah jika ada perbedaan “port” tersebut.

Jika hal tersebut mendapat rekomendasi dari TIM DAPODIK Pusat tentu saja mempermudah bagi lembaga yang tidak mempunyai infrastruktur pendukung, karena apa ? masing-masing lembaga mempunyai database tersendiri dalam satu Laptop atau Komputer.

Sehingga jika nantinya database digunakan untuk entry aplikasi “E raport” tentu saja tidak akan terjadi masalah atau kendala, karena databasenya dapat dicopy per lembaga sekolah, namun cara ini disarankan bagi yang sudah paham tentang “database management” dan sebaliknya tidak disarankan bagi mereka yang belum paham.

Informasi ini disampaikan oleh operator Dapodik Kabupaten Madiun, yakni iksan Ikhsan Walidi (+62 856-4517-2058), dan Andri Purnomo (+62 856-4994-9077) dalam sosislaisasi secara daring yang dilaksanakan tanggal 6 s/d 12 Agustus 2020.

Download panduan

Opini/Editor : Nunus Dwi Nugroho

Chanel youtube : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun

Sekecil ketidak jujuran, kami takut mereka akan terpengaruh !!!

Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia

Wong madiun, madiun sedulurku kabeh (Jawa Timur)

Jumlah kecamatan ada 15, yakni Kecamatan Dolopo, Geger, Kebonsari, Dagangan, Wungu, Kare, Jiwan, Sawahan, Madiun, Balerejo, Wonoasri, Pilangkenceng, Mejayan, Saradan, dan Gemarang.

Brem, pecel (nasi pecel / sego pecel / krupuk pecel / opak pecel), seni dongkrek